
Bayangkan skenario horor jam 6 pagi ini: minyak goreng di wajan lagi meletup-letup, anak nomor satu drama menangis karena kaus kaki gambarnya kurang mirip Spiderman, dan di saat bersamaan... bumbu racik tempe goreng malah gosong sempurna sampai warnanya mirip arang batu bara. Apa reaksi pertama di dalam kepala seorang Emak?
Bukannya ngomong santai, "Ah gapapa, kerok aja dikit," suara di dalam hati justru teriak pakai toa masjid: "Bagus! Ibu macam apa kamu?! Goreng tempe aja gosong, gimana mau nyetak masa depan anak biar sukses?!"
Padahal, tubuh dan pikiran kita ini sejatinya adalah tempat berteduh paling aman dari kejamnya dunia luar. Tapi anehnya, begitu masuk ke dalam kepala sendiri, kita malah melantik 'Netizen Internal' yang mulutnya lebih pedas dari seblak level 10 dicampur bubuk cabai impor.
Sisi Pandang Kaum Bapak: "Ya Allah, Dahi Bini Gue Berlipat Lima..."
Para Bapak yang lagi duduk tenang di sudut ruangan sambil sruput kopi hangat pasti cuma bisa mengelus dada. Dalam hati, Bapak-bapak ngebatin bingung: "Perasaan cuma tempe gosong tiga biji, kenapa aura rumah mendadak kayak mau perang dunia ketiga?"
Kaum Bapak pasti setuju 100%, musuh terbesar para Emak di rumah itu sebenarnya bukan harga cabai rawit yang mendadak melambung tinggi, bukan juga jemuran yang belum kering. Musuh terbesarnya adalah suara toxic di kepalanya sendiri yang hobi bikin skenario drama kolosal.
Koleksi Momen "Self-Bullying" Emak Paling Absurd
Anak GTM (Gak Mau Makan): Self-talk Emak langsung histeris, "Aku gagal memberi nutrisi! Fix, aku ibu terburuk se-Kecamatan!" (Padahal anaknya cuma kekenyangan ganjal ciki dua bungkus pas main sama anak tetangga).
Cucian Numpuk Belum Dilipat: Suara di kepala nyerang lagi, "Dasar pemalas! Rumah kok bentuknya kayak habis kena angin puting beliung!" (Padahal Pak Suami udah bilang tiga kali, "Udah Ma, diemin aja dulu, nanti Papa yang lipat habis pulang kantor"—tapi Emak tetap merasa berdosa level dewa).
Beli Baju Sendiri Pake Diskonan: Baru checkout daster harga Rp35.000, self-talk-nya langsung bikin merasa bersalah: "Duh, boros banget! Harusnya uangnya disimpen buat tabungan kuliah anak 15 tahun lagi!"
Saatnya Hentikan 'Kekerasan Dalam Kepala' (KDK)
Kalau ada tetangga yang berani ngomong sejahat itu ke kita, udah pasti kita samperin pakai daster kebangsaan sambil melambaikan sapu lidi. Tapi anehnya, pas pikiran sendiri yang ngelakuin verbal abuse, kita malah manggut-manggut setuju sambil overthinking jam dua malam ditemani suara jangkrik.
Yuk, Mak, turunkan standar kesempurnaan ala iklan deterjen di TV yang bajunya selalu putih kinclong tanpa noda sedikit pun. Bapak-bapak di rumah itu sebenarnya gak butuh istri sempurna yang serba bisa kayak superhero; mereka cuma butuh istri yang bahagia, tenang, dan gak hobi memaki diri sendiri gara-gara hal sepele.
Kapan terakhir kali kamu berdiri di depan cermin, nepuk pundakmu sendiri, terus bilang: "Gapapa, kamu udah berusaha hebat banget kok hari ini. Makasih ya!"?
Ngomong-ngomong, momen sepele apa nih yang paling sering bikin 'Netizen Internal' di kepalamu mendadak ngamuk dan bikin drama sendiri?
Your email address will not be published. Required fields are marked *