
Kehidupan setelah jadi orang tua itu luar biasa ya, Pak, Mak? Baru juga melek mata, belum sempat nyruput kopi hitam, kuping udah diuji sama simfoni anak-anak yang lagi rebutan mainan. Belum lagi si Emak pas ke dapur nemu tutup wadah bekal plastik ilang entah ke mana, langsung deh tensi darah naik kayak roket. Sementara si Bapak di teras rumah lagi garuk-garuk kepala yang gak gatal, gara-gara denger meteran listrik bunyinya udah kayak lagu dugem: tit... tit... tit... makin cepat temponya, makin bikin jantungan.
Rasanya tuh kadang pengen ngilang aja ke planet lain selama dua jam buat tenang. Badai hidupnya emak-emak dan kaum bapak tuh emang beda level. Nggak perlu nunggu meteor jatuh dari langit, cukup akumulasi dari cucian numpuk yang gak kering-kering karena hujan, harga cabai yang melonjak naik, ditambah anak yang hobi coret-coret tembok pakai lipstik mahal. Hancur sudah dunia persilatan!
Sok Kuat di Depan Anak, Padahal Pinggang Udah Jompo
Kita ini sering banget dituntut jadi pahlawan tanpa tanda jasa yang serba bisa. Bapak harus kelihatan gagah dan tahu segala hal kayak pahlawan di film bioskop. Emak harus multitalenta, bisa masak sambil gendong anak sekaligus bales chat grup arisan.
Tapi mari kita buka kartu di sini. Di balik topeng "superhero" itu, kita ini cuma manusia jompo yang kalau salah posisi tidur dikit aja, pas bangun langsung sakit leher. Kita gampang capek, gampang pusing kalau tanggal tua, dan pastinya butuh sandaran.
Masalahnya, kalau Emak bersandar ke Bapak, Bapaknya lagi pusing mikirin cicilan motor. Mau bersandar ke tembok rumah? Yang ada malah temboknya ikutan retak karena beban hidup kita terlalu berat. Terus, kita musti nyari sandaran ke mana lagi?
Saatnya Panggil "Pusat Bantuan" yang Gak Pernah Server Down
Nah, di sinilah rahasia besarnya. Biar kita gak cepat keriput dan terhindar dari penyakit darah tinggi, kita harus kenalan lebih dalam sama sifat Allah yang satu ini: Al-Shamad.
Secara bahasa kerennya, Al-Shamad artinya Allah Mahasempurna dan tempat bergantung segala makhluk. Tapi kalau diterjemahin ke bahasa tongkrongan Emak dan Bapak, Allah itu adalah satu-satunya "Pusat Bantuan" yang gak pernah tutup, gak ada hari libur, gak bakal kehabisan dana, dan gak bakal ngomong: "Maaf, kuota bantuan hari ini sudah penuh."
Bedanya kita sama Allah tuh sejauh bumi dan langit. Allah gak butuh tidur siang kayak Bapak yang kelelahan abis pulang kerja. Allah gak butuh me-time ke salon atau belanja baju baru kayak Emak yang lagi stres. Allah Maha Kokoh sendirian. Tapi uniknya, Allah justru nungguin kita—makhluk-makhluk yang serapuh rempeyek ini—buat datang dan numpahin semua keluhan kita kepada-Nya.
Jadi bayangkan: Kita punya Tuhan yang se-Maha Kuat itu, tapi kita masih aja hobi begadang mikirin masa depan sampai asam lambung naik. Kan rugi bandar!
Jurus Praktis Mengoper "Beban" ke Al-Shamad
Menjadi orang tua yang mandiri dan bertanggung jawab itu bagus banget. Tapi ingat, kita bukan robot yang baterainya gak habis-habis. Pas huru-hara rumah tangga mulai gak terkendali, langsung pakai jurus receh tapi ampuh ini:
Tips Anti-Ngamuk Buat Emak: Pas anak numpahin susu cokelat ke atas kasur yang baru diganti seprainya, tarik napas dalam-dalam. Sebelum mata melotot dan suara melengking keluar, bisikkan ke hati: "Ya Allah, Al-Shamad. Saya ini cuma emak-emak biasa yang tenaganya terbatas. Seprai kotor bisa dicuci, tapi tolong jagain sabar saya ya Allah. Saya gantungin kewarasan saya kepada-Mu hari ini."
Tips Anti-Pusing Buat Bapak: Pas dompet makin menipis padahal keperluan sekolah anak berderet kayak kereta api, jangan cuma ngelamun di teras sambil ngerokok. Pas solat, curhat sekalian yang detail: "Ya Allah, Al-Shamad, Engkau tempat bersandar. Uang di rekening saya emang lagi sekarat, tapi rezeki-Mu kan gak ada batasnya. Saya pasrahkan urusan dapur dan sekolah anak ini kepada-Mu, tolong bantu ketuk pintu-pintu rezeki-Mu ya Allah."
Gak usah gengsi kelihatan lemah di hadapan Allah. Justru semakin kita merasa gak berdaya dan bersandar total pada Al-Shamad, hati kita bakal makin adem.
Jadi, silakan lanjut jadi Emak dan Bapak yang hebat buat anak-anak. Tapi kalau malam ini ngerasa lelahnya udah di ubun-ubun, gak usah ditahan sendirian. Oper aja semua beban pikiran itu ke Al-Shamad lewat doa. Biar besok pagi kita bisa bangun dengan senyuman, siap menghadapi drama Tupperware ilang dan token listrik bunyi lagi dengan hati yang tetap santai!
Your email address will not be published. Required fields are marked *