
Pernah gak sih kamu dijanjiin sesuatu sama temen, dan janjinya itu manis banget melebihi boba gula aren extra sugar?
"Santai bro, besok tugas kelompok biar gue yang kelarin sampai tuntas!"
Beuh, kata-kata itu terdengar sangat indah bagai bisikan angin surga, kan? Tapi pas hari H... jreng jreng! Temen kamu mendadak amnesia, chat cuma centang satu, atau pura-pura pingsan di kasur. Ghosting tingkat internasional!
Dari Dendam Kesumat Jadi Status WA Galau
Pas janji manis itu mendadak menguap, reaksi refleks kita biasanya cuma satu: KECEWA TINGKAT DEWA.
Gak cuma kecewa, grafik emosi langsung melonjak naik. Dari yang tadinya ngambek tipis-tipis, lama-lama jadi pengen hapus kontak, sampai akhirnya bikin status WhatsApp berkedok kutipan bijak:
"Ternyata zaman sekarang mencari teman sejati itu ibarat mencari dinosaurus..."
Padahal yang ngingkari janji cuma si Budi satu orang, tapi satu populasi manusia di bumi kena getahnya. Wkwk!
Mengapa Kita Sering Kecewa? (Spoiler: Salah Sandaran!)
Jujur ya, kita sering kecewa bukan cuma karena temen kita itu jahat atau lupa. Tapi karena kita keterlaluan berharap sama manusia.
Padahal yang namanya manusia (termasuk kita sendiri) itu adalah makhluk yang:
ü Suka ketiduran abis makan nasi uduk hangat.
ü HP-nya sering lowbat gara-gara lupa ngecas.
ü Niat awalnya baik, tapi mendadak mager pas liat kasur empuk.
Menaruh harapan pertolongan 100% sama makhluk yang gampang mager itu ibarat kamu nyenderin badan ke pintu kaca otomatis mall. Pas pintunya kebuka sendiri, kamu yang nyungsep ke lantai!
Plot Twist: Rahasia Suci Kata "Nasta’in"
Nah, di sinilah surah Al-Fatihah hadir sebagai skincare pelindung jiwa dan penata hati kita. Tiap shalat minimal 17 kali sehari, kita selalu ngomong:
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."
Coba resapi kata Nasta’in (kami memohon pertolongan). Kata ini tuh sebenarnya cheat code kehidupan biar mental kita anti-breakdown.
Orang yang beneran paham dan meresapi kata Nasta’in, hatinya bakal punya shield anti-kecewa. Kok bisa? Soalnya dari awal, dia udah sadar betul: Pertolongan yang HAKIKI itu cuma datang dari Allah.
ü Temen kamu yang janji mau bantu? Dia itu cuma perantara figuran di skenario Allah.
ü Kalau figuran-nya mendadak halangan (misal si Budi mendadak mules), ya santai aja!
ü Sebab, Sutradara Utama pembawa pertolongan adalah Allah Swt. Kalau bantuan gak dateng lewat si Budi, Allah pasti punya 1001 cara ajaib lain buat nolongin kamu.
Ubah Cara Pandang, Bebaskan Hati dari Rasa Benci
Jadi, pas ada temen yang ingkar janji, refleks orang yang sudah menjiwai Nasta’in itu bukan lagi:
❌ "Awas ya lu Bud, gak bakal gue sapa 7 turunan! Titik!"
Tapi berubah jadi adem banget:
✅ "Oh, si Budi gak bisa bantu ya? Ya udah deh, moga dia gak kenapa-kenapa. Berarti Allah mau ngirim pertolongan lewat jalan lain nih, asyik!"
Gimana? Luar biasa adem, kan? Gak ada emosi jiwa, gak ada darah tinggi, gak ada acara nyindir-nyindir di medsos.
Catatan Penutup
Manusia itu tempatnya salah, lupa, dan mager. Tapi Allah? Nggak pernah tidur, nggak pernah ghosting, dan pertolongan-Nya gak pernah salah alamat apalagi terlambat.
Mulai hari ini, kalau ada temen ngasih janji manis, aminkan saja dan hargai niat baiknya. Tapi untuk urusan gantungkan harapan, tetep kunci rapat-rapat di kalimat Nasta’in. Biar hatimu tetep hening, lapang, dan bebas dari drama pertemanan!
Your email address will not be published. Required fields are marked *