
Kalau ada kompetisi internasional menyatukan bangsa lewat secangkir kopi hitam dan pisang goreng hangat, warga Nahdliyin jelas pemegang medali emasnya. Di warung kopi pinggir jalan, masalah segenting apa pun—mulai dari tetangga yang parkir mobil sembarangan sampai dinamika ekonomi global—bisa beres cukup dengan kalimat magic: "Wis ta, dipikir karo ngopi disik."
Tradisi cangkrukan dan ngopi ini bukan sekadar urusan mengusir kantuk, melainkan ritual kebudayaan untuk merawat kedamaian. Menjelang Muktamar NU ke-35, riak semangatnya terasa sampai ke meja-meja warung kopi kita. Mungkin ada yang membatin, "Muktamar kan urusannya para kiai dan ulama besar di gedung pertemuan, hubungannya sama kita yang tiap hari mikirin jemuran kehujanan apa?"
Eits, jangan salah! Ruh dari Muktamar itu justru terpancar dari cara warga NU menjalani hidup sehari-hari: santai, adhem, tapi tujuannya jelas menjaga harmoni.
Guyon khas NU itu selalu punya kekuatan magis untuk menundukkan ketegangan. Bayangkan, sandal tertukar di masjid saja bisa disikapi dengan ikhlas sambil nyeletuk, "Lumayan, sandal swallow saya yang sudah tipis berganti jadi agak tebalan dikit, ini hilaf yang membawa berkah." Sikap tidak gampang ngamuk, tidak mudah terprovokasi saat grup WhatsApp keluarga mulai panas karena beda pilihan, itulah bukti nyata bahwa nilai-nilai ke-NU-an itu bekerja di level tapak.
Muktamar ke-35 ini adalah pengingat akbar buat kita semua. Merawat kedamaian itu tidak harus selalu lewat pidato berapi-api di podium. Cukup dimulai dari hal-hal kecil: tidak gampang tersinggung, tetap bisa tertawa di tengah tekanan hidup, dan rajin menyapa tetangga. Kalau prinsip tawassuth (moderat) dan tasamuh (toleran) sudah nempel di dada, mau situasi politik atau Linimasa media sosial seramai apa pun, kita tetap bisa tersenyum tenang.
Mari kita semarakkan Muktamar NU ke-35 dengan terus menyebarkan kehangatan, humor yang menyejukkan, dan kebaikan di sekeliling kita. Sebab pada akhirnya, kedamaian negeri ini dirawat oleh orang-orang yang hatinya adhem dan gelas kopinya tidak pernah kosong.
Your email address will not be published. Required fields are marked *