
Halo warga Indonesia yang hatinya lagi merah-putih!
Coba tengok kalender atau intip keluar jendela deh. Yup, sekarang udah tanggal 15 Agustus! H-2 menuju Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81!
Di mana-mana lagu Hari Merdeka udah diputar pakai speaker hajatan yang bass-nya bikin dada bergetar. Umbul-umbul merah putih sudah berkibar megah di sepanjang gang, dan jalanan kampung dadakan disulap jadi warna-warni pakai cat sisa tahun lalu.
Tapi di balik kemeriahan dan semangat nasionalisme yang membara ini, ada satu realita kocak yang selalu berulang setiap tahun: Ujian Kemerdekaan Batin bagi Kaum Bapak dan Kaum Emak!
Bagaimana bisa? Mari kita bongkar konspirasi kelakuan warga di lingkungan RT kita masing-masing.
Bagi kaum bapak, bulan Agustus adalah masa-masa di mana tingkat kehadiran di pos ronda mendadak naik 300%. Apakah ini murni karena jiwa patriotisme yang bergelora? Eits, belum tentu!
Mari kita bedah beberapa fenomena bapak-bapak menjelang 17-an:
Rapat RT Berdurasi Konser: Rapat pembahasan lomba 17-an yang mulainya jam 8 malam, kelarnya bisa jam 12 malam. Kenapa bisa lama? Soalnya 30 menit bahas anggaran hadiah kipas angin, 3 jam sisanya dipakai buat main gaple sambil ngopi dan ngerokok. Pas pulang ke rumah, bilangnya ke istri: "Aduh Ma, capek banget rapat RT bahas strategi keamanan kampung." Padahal jarinya hitam kena jelutong batu domino.
Pahlawan Pasang Umbul-Umbul: Jam 10 malam, bapak-bapak masih bergerombol di pinggir jalan bawa bambu panjang. Pura-puranya sibuk masang tiang bendera, padahal tujuan utamanya adalah melarikan diri dari tugas nemenin anak ngerjain PR Matematika di rumah.
Latihan Panjat Pinang: Bapak-bapak umur 40-an yang perutnya udah mirip buah semangka mendadak optimis bisa manjat pohon pinang licin setinggi 7 meter. Begitu dicoba pas hari H, baru naik setengah meter udah engap-engapan sambil minta minyak kayu putih.
Kalau kaum bapak sibuk dengan urusan fisik dan rapat berkedok ronda, kaum emak punya medan pertempurannya sendiri: Grup WhatsApp PKK!
Sejak awal Agustus, notifikasi WA emak-emak udah kayak berondongan meriam pasukan sekutu. Ini dia beberapa momen ajaibnya:
Perang Dresscode Jalan Sehat: Lomba jalan sehat itu sejatinya olahraga murah meriah. Tapi di tangan emak-emak, ini adalah panggung catwalk tingkat internasional.
"Ibu-ibu RT 04, nanti pas jalan santai konsep kita merah-putih ya. Tapi merahnya jangan merah maroon, harus merah cabai rawit segar. Bawahannya wajib rok tutuk warna putih kelinci!"
(Seketika bapak-bapak di rumah pusing karena disuruh nyari rok tutuk putih ukuran XL malam-malam).
Dilema Seksi Konsumsi: H-2 seperti sekarang ini, dapur emak-emak udah mirip dapur restoran berbintang. Minta tolong suami beliin tepung terigu 5 kg, cabai 2 kg, dan daun pisang sepintu. Pas suaminya nanya, "Buat siapa banyak banget, Ma?", Emak jawab dengan santai: "Buat ganjal perut bapak-bapak yang lagi masang lampu kelap-kelip di gang."
Lomba Estafet Tepung yang Estetis: Emak-emak paling anti kalau mukanya kelihatan kusam. Tapi pas lomba estafet tepung, demi merebut juara 1 berhadiah teflon anti lengket, mereka rela mukanya ketimbun tepung beras sampai mirip penampakan benteng putih. Yang penting menang, urusan skincare belakangan!
Kalau ditarik kesimpulan dari riuh rendahnya persiapan HUT RI ke-81 ini, arti "Kemerdekaan" buat kita warga lokal itu simpel banget:
Buat Bapak-Bapak: Merdeka itu adalah saat proposal anggaran lomba disetujui Pak RT tanpa perlu banyak revisi, dan istri gak komplain pas ditinggal ngeronda sampai subuh.
Buat Emak-Emak: Merdeka itu adalah ketika hadiah doorprize utama jalan sehat jatuh ke tangan sendiri (minimal dapet kompor gas dua tungku), dan gorengan buat seksi konsumsi gak ada yang gosong.
Buat Panitia 17-an: Merdeka adalah saat acara tanggal 17 nanti berjalan lancar tanpa ada insiden tali tiang bendera putus atau mic mesjid mati mendadak!
Menjelang tanggal 17 Agustus nanti, yuk kita nikmati semua drama, keribetan, dan kelucuan di sekitar kita. Walaupun capek harus ikut kerja bakti, walaupun pusing mikirin kostum karnaval anak yang bentuknya kayak kaktus, ingatlah bahwa momen-momen inilah yang bikin kita kangen kampung halaman kalau lagi jauh.
Selamat menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-81! Tetap kompak, tetap bersabar menghadapi kelakuan tetangga, dan jangan lupa ikutan lomba balap karung biarpun besoknya encok kumat!
Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!
Your email address will not be published. Required fields are marked *